Filter Produk
Cari Kata
Rentang Harga
Shorting
Berdasarkan Kategori
Label

Tips dan Trik Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Kucing merupakan hewan peliharaan yang sangat umum kita jumpai di banyak rumah. Salah satu alasan mengapa kucing digemari selain dari penampilannya yang lucu adalah karena merawatnya relatif simpel. Namun, tidak demikian dalam merawat anak kucing yang umurnya masih pendek, terlebih anak kucing yang tidak memiliki induk atau terlantar. Untuk itu, demi memudahkan pet parents, Petshop Indonesia merangkum beberapa cara untuk merawat anak kucing tanpa induk. Berikut ulasannya.

1. Beri Tempat yang Nyaman

Kitten atau kucing kecil adalah hewan yang masih sangat rentan. Oleh karena itu, pet parents harus menyiapkan tempat yang sesuai dan tidak menaruhnya di sembarang tempat. Minimal, pet parents harus menyiapkan kotak berukuran sedang. Pet parents bisa meletakkan kotak tersebut di dalam ruang tertutup dan hangat. Biasanya kitten akan dijaga suhunya oleh sang induk kucing. Namun, sebagai kitten orphan, kali ini peran tersebut menjadi tanggung jawab kita.

Tempat yang hangat sangatlah penting, karena pada 2 minggu pertama kitten belum memiliki kemampuan untuk mengatur temperatur tubuhnya. Apabila suhu tubuhnya terlalu dingin, dia bisa mati karena hypothermia. Pastikan suhu ruangan tidak dingin dan tidak terekspos cuaca seperti angin dan hujan.

2. Beri Susu Pengganti ASI

Nutrisi merupakan hal yang paling penting dalam pertumbuhan dan keberlangsungan hidup si kitten. Jika induknya tidak ada, dia tidak akan bisa menerima nutrisi yang seharusnya dari ASI si induk. Karena itu, hal pertama yang kita harus siapkan adalah susu khusus kucing. Perlu pet parents perhatikan untuk tidak memberinya susu yang diproduksi dari sapi karena akan sangat sulit dicerna oleh si kucing. Susu yang paling baik adalah susu formula khusus kitten yang bisa didapatkan di PetShop Indonesia.

3. Bawalah Kitten ke Dokter Hewan secara Rutin

Membawa anak kucing ke dokter hewan sesegera mungkin adalah gagasan yang baik, agar dokter hewan tersebut memeriksa tingkat hidrasi, keberadaan cacing dan parasit, serta kondisi kesehatannya pada umumnya. Selain pemeriksaan rutin dan pemberian vaksin, pet parents juga dapat membawa si anabul ke dokter saat mendapati tanda-tanda berikut:

  • suhu badan yang terlalu tinggi atau rendah (diatas 40 derajat atau dibawah 37 derajat)
  •  kehilangan nafsu makan (jika seekor anak kucing tidak ingin makan sama sekali selama satu hari, berikan perhatian medis segera)
  • muntah (jika terus menerus, berilah perhatian medis segera)
  • kehilangan berat badan
  • batuk, bangkis, cairan yang keluar dari mata atau hidung
  • diare (jika terus-menerus, berikan perhatian medis segera)
  • kehilangan energi
  • pendarahan di bagian manapun (berikan perhatian medis segera)
  • sulit bernapas (berikan perhatian medis segera)
  • trauma tertentu, misalnya ditabrak mobil, jatuh, pincang, terinjak, kehilangan kesadaran (berikan perhatian medis segera)